BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Era modern ini, semua aktivitas selalu mempunyai runjukan
dan pedoman. Karena hal itu, menunjang kesuksesan dan kekonkritan segala aspek.
Sebuah penelititanpun juga harus mempunyai rujukan yang jelas dan dapat
dijadikan pegangan. Dengan adanya pegangan/referensi tersebut dapat memudahkan
seseorang dalam penelitian.
Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai
usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, di
mana usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Sehubungan dengan penjelasan tersebut,
kegiatan penelitan adalah suatu kegiatan objektif dalam usaha menemukan dan
mengembangkan, serta menguji ilmu pengetahuan berdasarkan atas prinsip-prinsip, teori-teori
yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif dalam pengembangan
generalisasi.
Sedangkan metode ilmiah lebih mementingkan aplikasi berpikir
deduktif-induktif di dalam memecahkan suatu masalah. Dalam hal ini, orang dapat
melakukan kegiatan informal dalam kegiatan sehari-hari. Metode penelitian
terbagi menjadi dua, yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode
kuantitatif mempunyai ciri khas angka, atau perhitungan.
Penelitian kualitatif
dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian
kualitatif, adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, penelitian harus
memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis,
dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas.
Setiap penelitian baik
penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari masalah. Namun terdapat
perbedaan yang mendasar antara “masalah” dalam penelitian kuantitatif dan
“masalah” dalam penelitian kualitatif. Kalau dalam penelitian kuantitatif,
maslah yang akan dipecahkan melalui penelitian harus jelas, spesifik dan
dianggap tidak berubah. Tetapi dalam peneltian kualitatif, masalah yang dibawa
oleh peneliti masih remang-remang. Oleh karena itu, masalah dalam penelitian
kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang atau berganti setelah
peneliti berada di lapangan.
Penelitian kualitatif
lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan
jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk
memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan
kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembagan.
Lebih jelasnya penjelasan tersebut akan dijabarkan dalam
makalah ini. Dengan judul “Penelitian Kualitatif”.
2.
Rumusan Masalah
Adapun
masalah yang akan dibahas yaitu :
- Apa Pengertian Penelitian Kulitatif?
- Bagaimana Karakteristik Penelitian Kualitatif?
- Bagaimana ciri-ciri dan langkah-langkah penelitian kualitatif?
3.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
maka tujuan penelitian, yaitu untuk mendeskripsikan:
1.
Pengertian
penelitian kualitatif.
2.
Karakteristik
penelitian kualitatif.
3.
Ciri-ciri
dan langkah-langkah penelitian kualitatif.
4.
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini,
yaitu:
1.
Sebagai
referensi para pembaca dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan
penelitian kualitatif.
2.
Menambah
wawasan dalam bidang penelitian, khususnya penelitian kualitatif.
3.
Dapat
membedakan penelitian kualitaif dengan metode penelitian yang lainnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
metode penelitian kualitatif
Metodologi penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode
baru, karena popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik
karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Metode ini disebut disebut
juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni
(kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretive karena data hasil
penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan
dilapangan.
Metodologi penelitian kualitatif juga sering disebut metode
penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang
alamiah (natural setting); disebut juga sebagai metode etnoghrapi,
karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang
antropologi budaya; disebut juga sebagai metode kualitatif, karena data yang
terkumpul analisisnya lebih bersifat kualitatif.
Bogdan dan taylor mendefinisikan
“metodologi kualitatif” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku
yang dapat diamati. Sedangkan kirk dan miller mendefinisikan bahwa penelitian
kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengtahuan sosial yang secara
fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri
dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasannya dan dalam
peristilahannya.
Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu
peneliti itu sendiri. Untuk dapat menjadi instrumen, maka peneliti harus
memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya,
menganalisis, memotret, dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi
lebih jelas dan bermakna. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan
mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti, maka teknik
pengumpulan data bersifat trianggulasi, yaitu menggunakan berbagai teknik
pengumpulan data secara gabungan atau simultan.
Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan
fakta-fakta yang ditemukan dilapangan dan dikonstruksikan menjadi hipotesis
atau teori. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam,
suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang
pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Oleh karena itu
dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih
menekankan pada makna. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability.
Objek penelitian kualitatif adalah seluruh bidang/aspek
kehidupan manusia, yakni manusia dan segala sesuatu yang dipengaruhi manusia.
Objek itu diungkapkan kondisinya sebagaimana adanya atau dalam keadaan
sewajarnya (natural setting), mungkin berkenaan dengan aspek/bidang
kehidupannya yang disebut ekonomi kebudayaan, hukum, administrasi, agama dan
sebagainya. Data kualitatif tentang objeknya dinyatakan dalam kalimat, yang
pengolahannya dilakukan melalui proses berpikir (logika) yang bersifat kritik,
analitik/sintetik dan tuntas.
Penelitian kualitatif adalah salah satu metode penelitian
yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang kenyataan melalui proses
berfikir induktif. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat dalam situasi dan
setting fenomenanya yang diteliti. Peneliti diharapkan selalu memusatkan
perhatian pada kenyataan atau kejadian dalam konteks yang diteliti. Setiap
kejadian merupakan sesuatu yang unik dan berbeda dengan yang lain karena ada
perbedaan konteks.
Para peneliti lebih senang menghubungi beberapa informan
kunci dari suatu komunitas. Jumlah informan yang dijadikan responden jumlahnya
dapat dikatakan relatif kecil sekali. Sebagai konsekuensinya,
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para peneliti relatif mendalam sekali.
Kesediaan informan untuk mau menghabiskan waktunya berjam-jam dalam beberapa
hari sering menjadi pertanda berhasilnya proses wawancara.
Tugas peneliti adalah mengumpulkan data dan menyajikannya
sedemikian rupa sehingga para informan dibiarkan berbicara sendiri. Tujuannya
adalah untuk membuat laporan apa adanya dengan sedikit atau tanpa interpretasi
atau campur tangan atas kata-kata lisan informan dan dengnan sedikit atau tanpa
penafsiran atas pengamatan yang dilakukan oleh para peneliti sendiri. Walau
kelompok peneliti ini berpendapat bahwa pandangan informan tentang realitas
tidak mencerminkan ”kebenaran”, namun pendapat subjek dilaporkan secara spontan
dan penuh makna.
Penelitian kualitatif umumnya digunakan dalam dunia
ilmu-ilmu sosial dan budaya misalnya penelitian kebijakan, ilmu politik,
administrasi, psikologi komunitas dan sosiologi, organisasi dan manajemen,
bahkan sampai pada perencanaan kota dan perencanaan regional.
Menurut
Miles dan Hubermen bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang
bertitik tolak dari realitas dengan asumsi pokok bahwa tingkah laku manusia
mempunyai makna bagi pelakunya dalam konteks tertentu. Sehingga ada tiga aspek
pokok yang harus dipahami:
1.
Pada
dasarnya manusia selalu bertindak sesuai dengan makna terhadap semua yang
ditemui dan dialami di dunia ini.
2.
Makna
yang ditemui dan dialami timbul dari interaksi antar individu.
3.
Manusia
selalu menafsirkan makna yang ditemui dan dialami sebelum ia bertindak,
tindakan yang dijalankan sejalan dengan makna terhadap barang yang digunakan.
Menurut Strauss dan Corbin menyatakan bahwa seseorang yang
melakukan penelitian kualitatif memiliki beberapa alasan. Pertama, adalah
alasan demi kemantapan peneliti berdasarkan pengalaman penelitiannya. Beberapa
peneliti yang memiliki latar belakang bidang pengetahuan seperti antropologi,
atau yang terkait dengan orientasi filsafat seperti fenomenologi, biasanya
dianjurkan untuk menggunakan metode kualitatif.
Kedua, adalah alasan untuk tidak terjebak pada angka-angka
hasil pengolahan dengan menggunakan teknik statistik yang cenderung berlaku
untuk populasi. Ketiga, adalah alasan dari sifat masalah yang diteliti. Dalam
beberapa bidang studi, pada dasarnya lebih tepat digunakan jenis penelitian
kualitatif. Contoh dari penelitian semacam ini adalah penelitian untuk
mengungkap sifat pengalaman seseorang dengan fenomena seperti sakit, berganti
agama, ketagihan obat, kehidupan pengemis , dan pola partisipasi wanita bekerja
di luar rumah.
Penelitian kualitatif menuntut keteraturan, ketertiban dan
kecermatan dalam berpikir, tentang hubungan data yang satu dengan data yang
lain dan konteksnya dalam masalah yang akan diungkapkan. Beberapa alasan
mengenai maksud dilakukannya penelitian kualitatif:
1.
Untuk
menanggulangi banyaknya informasi yang hilanng seperti yang dialami oleh
penelitian kuantitatif, sehingga intisari konsep yang ada dalam data dapat
diungkap.
2.
Untuk
menanggulangi kecenderungan menggali data empiris dengan tujuan membuktikan
kebenaran hipotesis berdasarkan berpikir deduktif seperti dalam penelitian
kuantitatif.
3.
Untuk
menanggulangi kecenderungan pembatasan variabel yang sebelumnya, seperti dalam
penelitian kuantitatif, padahal permasalahan dan variabel dalam masalah sosial
sangat kompleks.
4.
Untuk
menanggulangi adanya indeks-indeks kasar seperti dalam penelitian kuantitatif
yang menggunakan pengukuran enumirasi (perhitungan) empiris, padahal inti
sebenarnya berada pada konsep-konsep yang timbul dari data.
B.
Karakteristik
umum penelitian kualitatif
Dari hasil penelaahan pustaka yang dilakukan Moleong atas
hasil dari mensintesakan pendapatnya Bogdan dan Biklen (1982:27-30) dengan
Lincoln dan Guba (1985:39-44) ada sebelas karakteristik penelitian kualitatif,
yaitu:
1.
Penelitian
kualitatif mennggunakan latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan
(enity).
2.
Penelitian
kualitatif instrumennya adalah manusia, baik peneliti sendiri atau dengan
bantuan orang lain.
3.
Penelitian
kualitatif menggunakan metode kualitatif.
4.
Penelitian
kualitatif menggunakan analisis data secara induktif.
5.
Penelitian
kualitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori subtantif yang
berasal dari data.
6.
Penelitian
kualitatif mengumpulkan data deskriptif (kata-kata, gambar) bukan angka-angka.
7.
Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil.
8.
Penelitian
kualitatif menghendaki adanya batas dalam penelitiannya atas dasar fokus yang
timbul sebagai masalah dalam penelitian.
9.
Penelitian
kualitatif meredefinisikan validitas, realibilitas dan objektivitas dalam versi
lain dibandingkan dengan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik.
10. Penelitian kualitatif menyusun
desain yang secara terus menerus disesuaikan dengan kenyataan lapangan
(bersifat sementara).
11. Penelitian kualitatif menghendaki
agar pengertian dan hasil interpretasi yang diperoleh dirundingkan dan
disepakati oleh manusia yang dijadikan sumber data.
Sama halnya dengan Hadi dan Haryono (1998)
mengklasifikasikan karakteristik penelitian kualitatif, yaitu:
1. Latar alamiah
a. Penelitian kualitatif melakukan
penelitian pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan
- Peneliti memasuki dan melibatkan sebagian waktunya di sekolah, keluarga, tetangga dan lokasi lainnya untuk meneliti maslaah pendidikan atau sosiologi
2. Manusia sebagai alat (instrumen)
Peneliti/ dengan bantuan orang lain
merupakan alat pengumpul data utama.
3. Metode kualitatif
a. Menyesuaikan metode kualitatif lebih
mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda
- Menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden
- Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penyamaan pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi
4.
Analisis
data secara induktif
a. Proses induktif lebih dapat
menemukan kenyataan-kenyataan ganda sebagian yang terdapat dalam data
- Lebih dapatmenguraikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat-tidaknya pengalihan kepada suatu latar lainnya
- Analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan-hubungan
- Dapat memperhitunngkan nilai-nilai secara eksplisit sehingga bagian dari struktur analitik
5.
Teori
dari dasar
6.
Deskriptif
7. Lebih mementingkan proses daripada hasil
8. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus
9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data
10. Desain yang bersifat sementara
Dari referensi yang lain, ada pula yang mengemukakan lima ciri pokok
karakteristik metode penelitian kualitatif yaitu:
1. Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data
Penelitian kualitatif menggunakan lingkungan
alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam
suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Peneliti
pergi ke lokasi tersebut, memahami dan mempelajari situasi. Studi dilakukan
pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian. Peneliti mengamati,
mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang
terjadi saat itu. Hasil-hasil yang diperoleh pada saat itu segera disusun saat
itu pula. Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan di
mana tingkah laku berlangsung.
2. Memiliki sifat deskriptif analitik
Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik. Data yang
diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis
dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan
dalam bentuk dan angka-angka. Peneliti segera melakukan analisis data dengan
memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas
dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka). Hasil analisis
data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam
bentuk uraian naratif. Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab
pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Untuk itu
peneliti dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang ditelitinya sehingga
dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam
data.
3. Tekanan pada proses bukan hasil
Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada
hasil. Data dan
informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan
bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. Apa yang
dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan
pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapar dilakukan dengan ukuran frekuensinya
saja. Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan, prosedur,
alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di mana dan
pada saat mana proses itu berlangsung. Proses alamiah dibiarkan terjadi tanpa
intervensi peneliti, sebab proses yang terkontrol tidak akan menggambarkan
keadaan yang sebenarnya. Peneliti tidak perlu mentaransformasi data menjadi
angka untuk mengindari hilangnya informasi yang telah diperoleh. Makna suatu
proses dimunculkan konsep-konsepnya untuk membuat prinsip bahkan teori sebagai
suatu temuan atau hasil penelitian tersebut.
4. Bersifat induktif
Penelitian kualitatif sifatnya induktif. Penelitian
kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni
fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau
penemuan yang tenjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan
melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan
atau generalisasi kepada lebih luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama
dalam konteks lingkungan tertentu, tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan
yang lain baik waktu maupun tempat. Temuan penelitian dalam bentuk konsep,
prinsip, hukum, teori dibangun dan dikembangkan dari lapangan bukan dari teori
yang telah ada. Prosesnya induktif yaitu dari data yang terpisah namun saling
berkaitan.
5. Mengutamakan makna
Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Makna yang
diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa. Misalnya
penelitian tentang peran kepala sekolah dalam pembinaan guru, peneliti
memusatkan perhatian pada pendapat kepala sekolah tentang guru yang dibinanya.
Peneliti mencari informasi dari kepala sekolah dan pandangannya tentang
keberhasilan dan kegagalan membina guru. Apa yang dialami dalam membina guru,
mengapa guru gagal dibina, dan bagaimana hal itu terjadi. Sebagai bahan
pembanding peneliti mencari informasi dari guru agar dapat diperoleh
titik-titik temu dan pandangan mengenai mutu pembinaan yang dilakukan kepala sekolah.
Ketepatan informasi dari partisipan (kepala sekolah dan guru) diungkap oleh
peneliti agar dapat menginterpretasikan hasil penelitian secara sahih dan
tepat.
C. Ciri-ciri Penelitian Kualitatif
Menurut Hadi dan Haryono (1998) menyatakan bahwa ciri-ciri
penelitian kualitatif, antara lain :
1.
Lingkungan
alamiah sebagai sumber data langsung
2.
Manusia
merupakan alat (instrumen) utama pengumpulan data
3.
Analisis
data dilakukan secara induktif
4.
Penelitian
bersifat deskriptif analitik (data berupa kata-kata, gambar, perilaku) tidak
dituangkan dalam bentuk bilangan/ angka statistik
5.
Tekana
penalitian berada pada proses, penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan
segi proses daripada hasil.
6.
Pembatasan
penelitian berdasarkan fokus
7.
Perencanaan
bersifat lentur dan terbuka
8.
Hasil
penelitian merupakan kesepakatan bersama
9.
Pembentukan
teori berasal dari dasar
10. Pendekatan penelitian menggunakan
metode kualitatif
11. Teknik sampling cenderung bersifat
purposive
12. Penelitian bersifat menyeluruh
(holistik)
13. Makna sebagai perhatian utama
penelitian
D. Langkah-Langkah Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif memiliki susunan langkah-langkah
sebagai berikut:
1.
Memilih
masalah
2.
Studi
pendahuluan
3.
Merumuskan
masalah
4.
Merumuskan
hipotesis
5.
memilih
pendekatan
6.
Menentukan
variabel dan sumber data
7.
Menentukan
dan menyusun instrumen
8.
Mengumpulkan
data
9.
Analisis
data
10. Menarik kesimpulan
11. Menulis laporan
Prosedur dan tahap-tahap yang harus dilalui apabila
melakukan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan Fokus Penelitian
Prosedur penelitian kualitatif mendasarkan pada logika
berpikir induktif sehingga perencanaan penelitianya bersifat sangat fleksibel,
penelitian kualitatif harus melalui tahap-tahap dan prosedur penelitian yang
telah ditetapkan. Hal pertama yang dilakukan sebelum memulai seluruh tahap
penelitian kualitatif adalah menetapkapkan research question,
yang dalam penelitian kualitatif disebut sebagai fokus penelitian adalah
pertanyaan tentang hal-hal yang ingin dicari jawabanya melalui penelitian
tersebut.
2. Menentukan Setting Dan Subjek
Penelitian
Setting
penelitian dalam penelitian kualitatif merupakan hal yang sangat penting dan
telah ditentukan ketika menempatkan fokus penelitian. Setting dan subjek
penelitian merupakan suatu kesatuan yang telah ditentukan sejak awal
penelitian. Setting penelitian ini menunjukan komunitas yang akan diteliti dan
sekaligus kondisi fisik dan sosial mereka. dalam penelitian kualitatif setting
penelitian akan menunjukan lokasi penelitian yang langsung melekat pada fokus
penelitian yang telah ditetapkan sejak awal. Setting penellitian ini tidak
dapat diubah kecuali fokus penelitianya diubah.
Subjek penelitian yang telah tercermin dalam fokus
penelitian ditentukan secara sengaja. Subjek penelitian ini menjadi informan
yanga akan memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses
penelitian.informan penelitian ini meliputi beberapa macam, seperti: (1)
informan kunci, yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi
pokok yang diperlukan dalam penelitian, (2) informan utama, yaitu mereka yang
terlihat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti; (3) informan tambahan,
mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam
interaksi sosial yang diteliti.
3. Pengumpulan Data, Pengolahan Data,
Dan Analisis Data
Pengolahaan data dan analisis data dilakukan secara
bersamaan selama proses penelitian. Dalam penelitian kualitatif pengolahan data
tidak harus dilakukan setelah data terkumpul, atau analisis data tidak mutlak
dilakukan setelah pengolahan data selesai. Dalam hal ini sementara data
dikumpulkan, peneliti dapat mengolah dan melakukan analisis data secara
bersamaan. Sebaliknya, pada saat menganalisis data, peneliti dapat kembali lagi
kelapangan untuk memperoleh tambahan data yang dianggap perlu dan mengolahnya
kembali.
Pengolahan
data dilakukan dengan cara mengklarifikasi atau mengkategorikan data
berdasarkan beberapa tema sesuai fokus penelitianya. Bila penelitian tersebut
untuk membentuk proposisi-proposisi atau teori, maka analisis data secara
induktif dapat dilakukan melalui beberapa tahap, seperti yang dilakukan (Taylor
dan Bogdan, 1984:127) dalam grounded research sebagai berikut:
1.
Membuat
definisi sementara tentang gejala yang dipelajari
2.
Rumuskan
suatu hipotesisuntuk menjelaskan gejala tersebut
3.
Pelajari
suatu kasus untuk melihat kecocokan antara kasus ddan hipotesis
4.
Jika
hipotesis tidak rumuskan kasus, rumuskan kembali hipotesis gejala yang
dipelajari
5.
Pelajari
kasus-kasus negative untuk menolak hipotesis
6.
Bila
ditemui kasus negative, formuasikan kembali hipotesis gejala
7.
Lanjutkan
sampai hipotesis benar-benar diterima dengan cara menguji kasus-kasus yang
bervariasi.
4. Penyajian Data
Prinsip dasar penyajian data adalah membagi pemahaman kita
tentang sesuatu hal yang pada orang lain. Oleh Karena itu data yang diperoleh
adalah kata-kata dan bukan bentuk angka, sering kali data adalah sebuah kutipan
langsung dari kata-kata terwawancara. Hasil penelitian kualitatif juga dapat
disajikan dalam bentuk life History, yaitu deskripsi tentang peristiwa
dan pengalaman penting dari kehidupan atau beberapa bagian pokok dari kehidupan
seseorang dengan kata-katanya sendiri.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Penelitian kualitatif adalah salah satu metode penelitian
yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang kenyataan melalui proses
berfikir induktif. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat dalam situasi dan
setting fenomenanya yang diteliti. Peneliti diharapkan selalu memusatkan
perhatian pada kenyataan atau kejadian dalam konteks yang diteliti.
Dalam penelitian kualitatif peneliti melaksanakan kegiatan
penelitian secara objektif terhadap kenyataan subjektif yang diteliti. Dalam
hal ini subjektifitas berlaku terhadap kenyataan yang diteliti, dalam arti
kenyataan tersebut dilihat dari sudut mereka yang diteliti.
Penelitian kualitatif lebih mementingkan ketepatan dan
kecukupan data. Penekanan dalam kualitatif adalah validitas data, yaitu
kesesuaian antara apa yang dicatat sebagai data dan apa yang sebenarnya terjadi
pada latar yang diteliti.
B.
Saran
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan dan kesalahan dari segi penulisan. Kami berharap makalah ini tetap
memberikan manfaat bagi para pembaca untuk dijadikan sebagai referensi. Namun,
saran dan kritik yang sifatnya membangun dengan tangan terbuka kami terima demi
kesempurnaan makalah di masa yang akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Alimul,
Azis. 2007. Metode Penelitian Kebidanan
dan Teknis Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Bogdan dan Biklen. 1984. Metode
Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bogor:
Hadi, Amirul. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan.
Bandung: Pustaka Setia.
Hasan, Alwi. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
Riduwan.
2009. Skala Pengukuran Dalam Penelitian.
Bandung: ALVABETA.
Sugiyono. 1992. Model Alternatif Sistem dan Manajemen
Pendidikan untuk Menyiapkan Tenaga Kerja Industri Permesinan Modern. Yogyakarta
: Laporan Penelitian, Fakultas Teknik Universitas Negeri.
-----------.
2004. Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
-----------. 2013. Metode
Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Syamsuddin.
2007. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa.
Bandung: Rosda.
Taylor dan Bogdan. 1984. Bentuk
Penelitian Kualitatif Teori Dalam Penelitian Kualitatif. jakarta: Mizan
Pustaka
.
Uma, Sekaran. 1998. ResearchMethods
for bussines. Soutern Illinois :University at Carbondale.
MAKALAH
PENELITIAN
KUALITATIF
Disampaikan
untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Metodologi Penelitian Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Dosen Pengampu: Dr. Akmal Hamsah, M.Pd.
Disusun
oleh: Kelompok 1
MUHAMMAD ILHAM 14B01024
HERIYANTI 14B01030
PROGRAM
PASCASARJANA
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2014/2015